JAKARTA – Divisi Humas Polri menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) PPID. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 12 Februari 2026. Lokasi acara berada di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan. Polri berkomitmen memperkuat keterbukaan informasi publik bagi masyarakat. Selain itu, Polri mendukung transformasi layanan informasi yang berkualitas. Rakor ini rutin diadakan dua kali dalam setahun. Temanya adalah optimalisasi peran PPID dalam mewujudkan pelayanan informatif. Hal ini bertujuan mendukung program Asta Cita 2026.
Kombes Pol. Komang Suartana mewakili Kadiv Humas Polri dalam acara tersebut. Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan keterbukaan informasi adalah amanat Undang-Undang. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2008. Setiap badan publik wajib menyediakan layanan informasi yang cepat. Biaya layanan juga harus ringan bagi publik. Tata kelola yang baik menjadi tujuan utama dari kebijakan ini. Polri ingin memberikan informasi publik yang tepat waktu dan akurat.
“Keterbukaan informasi merupakan bagian dari hak asasi manusia dan pilar penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara,” ujar Kombes Pol. Komang Suartana.
Polri Raih Penghargaan Sebagai Badan Publik Terbaik
Pada acara ini, Polri menerima Penghargaan Arkana Wiwarta Prajanugraha. Penghargaan ini diberikan sebagai Badan Publik Terbaik Nasional. Polri meraih peringkat pertama kategori Lembaga Negara (LNNK). Prestasi ini diraih dalam E-Monev Keterbukaan Informasi Desember 2025. Penghargaan ini adalah bukti nyata profesionalisme Polri. Prinsip transparan dan akuntabel sudah diterapkan dengan sangat baik.
“Penghargaan ini bukti bahwa Polri berhasil menerapkan prinsip keterbukaan informasi dalam pelayanan masyarakat yang profesional, transparan, dan akuntabel,” jelas Kombes Pol. Komang Suartana.
Tantangan informasi di era digital kini semakin kompleks. Muncul banyak hoaks, disinformasi, serta misinformasi di internet. Oleh sebab itu, peran PPID Polri menjadi sangat kritikal. PPID adalah garda terdepan dalam menyebarkan informasi akurat. Peningkatan kapasitas SDM juga terus dilakukan oleh Polri. Integrasi sistem teknologi informasi kini menjadi prioritas utama. Hal ini membuat layanan Polri makin responsif terhadap kebutuhan warga.
Inovasi MediaHUB Polri Tingkatkan Kualitas Layanan
PT Qudo Buana Nawakara turut memperkenalkan aplikasi MediaHUB Polri. MediaHUB adalah layanan agregator resmi milik kepolisian Indonesia. Platform ini menyediakan konten foto hingga audiovisual untuk jurnalis. Masyarakat luas juga bisa mengakses informasi melalui platform terintegrasi ini. MediaHUB memudahkan PPID dalam mengelola informasi secara efektif. Hal ini adalah bentuk inovasi teknologi digital yang modern.
“MediaHUB bukan hanya wadah penyajian konten, tapi juga sistem yang memudahkan PPID Polri mengelola dan menyebarkan informasi secara efektif dan efisien,” tutur Murtia Arianis.
Rakor ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi. Polri berkomitmen menjadi badan publik yang semakin dipercaya masyarakat. Inovasi berkelanjutan akan terus dikembangkan oleh Divisi Humas Polri. Dukungan teknologi canggih membuat layanan informasi lebih bermanfaat bagi publik. Dengan sinergi yang kuat, Polri terus menjaga kepercayaan masyarakat.
“Dengan inovasi berkelanjutan, kami berharap dapat memberikan layanan informasi yang lebih berkualitas dan bermanfaat bagi publik, serta mendukung Polri menjaga kepercayaan masyarakat,” tambah Murtia Arianis.



