JAKARTA — Industri musik berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran identitas baru yang unik. Code of Ashes, sebuah band metalcore beranggotakan empat personel, resmi diperkenalkan sebagai proyek terbaru dari Artifintel Soundworks di bawah naungan PT Qudo Buana Nawakara.

Hadir dengan menggabungkan agresi musik hardcore dan nuansa futuristik, Code of Ashes mengusung konsep yang mengeksplorasi identitas manusia di tengah kepungan teknologi modern. Bagi band ini, teknologi bukan sekadar alat teknis, melainkan medium untuk membentuk ulang cara manusia memahami perasaan, pengalaman, dan koneksi antar-sesama.

Filosofi dan Karakter Musikal

Nama Code of Ashes diambil dari dua elemen kontras: Code yang merepresentasikan sistem algoritma dan teknologi, serta Ashes yang melambangkan sisa luka dan perjalanan masa lalu. Filosofi ini menggambarkan lahirnya identitas baru melalui proses evolusi yang intens. Musik mereka pun mencerminkan hal tersebut—agresif namun terkontrol, memadukan atmosfer digital dengan groove berat yang terasa personal.

Profil 4 Personel Code of Ashes

Dinamika musik Code of Ashes dibangun oleh empat karakter berbeda yang saling melengkapi:

  • ELANG SAMUDRA
ELANG SAMUDRA Code of Ashes
ELANG SAMUDRA Code of Ashes

Elang Samudra sebagai lead vocalist dalam Code of Ashes. Dengan figur yang tenang dan percaya diri. Elang memiliki karakter vokal deep, gritty, controlled aggression yang menjadi identitas utama Code of Ashes. Ia lebih banyak mengekspresikan dirinya melalui musik, menghadirkan intensitas emosional yang terasa kuat di setiap penampilan.

  • DARIAN AKASHA
DARIAN AKASHA Code of Ashes
DARIAN AKASHA Code of Ashes

Sementara, Darian Akasha adalah figur yang merancang dan membangun nuansa futuristik yang menjadi ciri khas Code of Ashes. Permainan gitarnya yang teknikal, presisi, dan atmosferik membentuk kombinasi riff modern dengan sentuhan dingin yang intens. Karakternya yang perfeksionis, ditambah penampilan khas dengan rambut silver dan aura futuristik, semakin memperkuat identitas modern dan cinematic dalam musik mereka.

  • DAMAR PRAKOSO
DAMAR PRAKOSO Code of Ashes
DAMAR PRAKOSO Code of Ashes

Damar Prakoso berperan sebagai fondasi emosional sekaligus penjaga groove band. Dengan permainan bass bergaya groovy, deep, emotionally grounded, Damar menghadirkan kedalaman yang membuat setiap lagu terasa lebih hidup dan solid. Penampilannya yang klasik dengan sentuhan vintage rock memberi warna soulful yang menjadi penyeimbang di tengah atmosfer modern Code of Ashes.

  • SATRIO WICAKSANA
ELANG SAMUDRA Code of Ashes
SATRIO WICAKSANA Code of Ashes

Melengkapi keseluruhan energi band, Satrio Wicaksana hadir sebagai sumber tenaga dan dinamika utama. Melalui permainan drum yang powerful, precise, energetic, emotionally driven, Satrio menghadirkan energi yang menjaga intensitas musik tetap hidup. Aura rebel yang ia bawa melalui gaya berpakaian dan karismanya semakin memperkuat identitas rock modern yang berani dan penuh tenaga dalam Code of Ashes.

Album Perdana: “Ascent”

Sebagai langkah awal perjalanan musikal mereka, Code of Ashes dijadwalkan merilis album debut bertajuk “Ascent” pada 15 Mei 2026. Album ini akan menggambarkan proses pertumbuhan dan evolusi identitas dari masa lalu menuju bentuk baru yang lebih kuat.

Dengan konsep visual modern dan filosofi yang mendalam, Code of Ashes siap menjadi sorotan baru dalam skena metalcore tanah air. Seluruh konten terbaru dan perilisan album “Ascent” dapat dinantikan melalui channel YouTube resmi Artifintel Soundworks.

Yang ditunggu segera tiba! Jangan lewatkan peluncuran album Ascent dan update konten seru lainnya dari Code of Ashes. Pantau terus perkembangannya secara eksklusif di YouTube Artifintel Soundworks 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here