Jakarta — Dalam dinamika pengawasan dan evaluasi pelayanan publik, angka menjadi pembacaan kinerja yang tak bisa diabaikan. Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Jabodetabek memberikan penilaian positif atas rendahnya tingkat pengaduan masyarakat terhadap Polisi Lalu Lintas (Polantas), yakni hanya 6,8 persen dari total pengaduan yang masuk ke Polri.
Angka ini, menurut Ketua Umum GNI Jabodetabek Ruslan Padli, merupakan indikator kuat kualitas pelayanan yang mulai membaik di tengah tantangan kompleks korps tersebut.
Pernyataan ini merespons langsung informasi dari Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat acara pergantian Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri yang berlangsung di Ruang Madellu, Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).
“Data tersebut menunjukkan bahwa Polantas di bawah kepemimpinan Irjen Pol Agus telah melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan baik,” ungkap Ruslan, Minggu (14/6/2026).
Konteks historis menunjukkan bahwa pengaduan terhadap aparat penegak hukum kerap menjadi cermin krusial kepercayaan publik terhadap institusi negara. Rendahnya tingkat pengaduan ini menandakan bahwa langkah reformasi, khususnya transformasi digital dan peningkatan profesionalisme, bukan hanya jargon belaka tetapi implementasi nyata yang dirasakan masyarakat. Ruslan menekankan bahwa inovasi layanan yang diterapkan Korlantas telah mempermudah masyarakat mengakses layanan lalu lintas lebih cepat, transparan, serta akuntabel.
Namun, capaian ini tak lantas membuat Korlantas berpuas diri. Ruslan berharap penguatan pengawasan internal dan pengembangan sumber daya manusia terus menjadi fokus untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu layanan.
“Kepercayaan publik adalah modal utama mewujudkan pelayanan yang profesional, modern, dan humanis,” tambahnya.
Terlepas dari apresiasi itu, perlu disadari bahwa tantangan korupsi dan keluhan masyarakat pada aparat keamanan telah menjadi isu mendalam yang menghantui institusi penegak hukum sejak lama. Oleh karena itu, keberhasilan ini perlu dilihat sebagai momentum awal perbaikan sistemik, bukan akhir dari proses reformasi.
GNI turut menegaskan dukungannya pada transformasi Korlantas Polri di bawah pimpinan Irjen Pol Agus Suryonugroho, berharap inovasi dan sikap humanis terus menjadi arah yang diambil. Hal ini penting agar Korps Lalu Lintas benar-benar mampu menjadi agen perubahan yang menjawab aspirasi masyarakat sekaligus menjaga marwah institusi Polri sebagai pelindung dan pengayom rakyat.



