Ketua Umum GODAMS (Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar Sumatera Utara)
Ketua Umum GODAMS (Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar Sumatera Utara)

Medan, 13 Juni 2026 – Interaksi antara pengemudi ojek online (ojol) dan Kepolisian Republik Indonesia telah berkembang menjadi kemitraan yang matang dan saling menguntungkan, lahir dari kebutuhan nyata akan perlindungan dan keamanan di jalan raya. Agam Zubir, Ketua Umum Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar Sumatera Utara (GODAMS), menegaskan bahwa kedekatan ini terbentuk bukan secara instan, melainkan melalui proses adaptasi bersama sejak ojol muncul di Indonesia pada 2015.

“Hubungan baik antara ojol dan Polri tidak terjadi secara instan. Kedekatan ini terbangun karena kami sama-sama beraktivitas di ruang publik, yaitu jalan raya,” ujar Agam, menjelaskan kompleksitas interaksi yang tidak hanya administratif tapi juga emosional dan operasional. Para pengemudi ojol menghadapi risiko tinggi seperti kecelakaan dan tindak kriminal, yang menuntut kehadiran aparat kepolisian sebagai pelindung hukum yang sigap.

Lebih jauh, Agam menggambarkan hubungan ini sebagai simbiosis mutualisme. Pengemudi ojol yang kerap menjadi korban penipuan dan perampokan mendapatkan perlindungan dan penanganan cepat ketika melapor ke polisi. Sebaliknya, Polri memperoleh dukungan masyarakat melalui partisipasi aktif komunitas ojol dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban daerah masing-masing.

Transformasi signifikan juga terjadi pada pendekatan kepolisian lalu lintas. Dalam setahun terakhir, polisi bergeser dari cara penegakan hukum yang represif ke metode yang lebih edukatif dan humanis. “Kami merasakan langsung perubahan pendekatan yang lebih mengedepankan dialog, edukasi, dan kepedulian,” kata Agam. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa membangun budaya keselamatan berlalu lintas tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan komunikasi dan sinergi dua arah.

Sebagai pendiri Asosiasi Ojol Nusantara (AON), Agam berharap kemitraan ini terus diperluas dan diperkuat untuk manfaat bersama yang lebih besar. AON tidak hanya menyatukan komunitas ojol secara nasional, tapi juga memegang peranan penting dalam menanamkan budaya berkendara tertib dan aman.

“Keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab polisi atau pengemudi semata, melainkan beban bersama. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian harus terus dijaga untuk menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib,” pungkas Agam Zubir dengan keyakinan.

Strategi dan kolaborasi ini menggambarkan betapa kemitraan yang lahir dari kebutuhan konkret mampu membangun kepercayaan dan mengurangi skeptisisme pada kolaborasi institusional. Kedepannya, menjaga dan mengembangkan sinergi ini menjadi kunci untuk mewujudkan ruang publik yang aman, inklusif, serta nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here